Pemkab Luwu Timur Gandeng PT Vale dan BNN Sulsel Deklarasi 37 Sekolah Bersinar

BNN Sulsel bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan PT Vale Indonesia Tbk. secara resmi mendeklarasikan 37 Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba) di Kecamatan Malili. Acara bersejarah ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis pagi. Seluruh elemen masyarakat hadir dan memberikan dukungan penuh. Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memberantas penyalahgunaan narkotika. Para siswa, guru, dan tokoh masyarakat menyambut antusias deklarasi tersebut. Mereka bertekad menjadikan sekolah sebagai zona aman dan terbebas dari barang haram. Langkah ini pun sejalan dengan program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Sinergi Tiga Pilar Utama
Kerja sama ini melibatkan tiga pilar utama: pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan BNN Sulsel. Masing-masing pihak memiliki peran strategis dan saling melengkapi. Pemkab Luwu Timur menyediakan kebijakan dan sarana prasarana pendukung. Sementara itu, PT Vale memberikan dukungan dana dan program pembinaan. Di sisi lain, BNN Sulsel menghadirkan tenaga penyuluh dan materi edukasi yang komprehensif. Sinergi ini memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan. Tidak hanya itu, keterlibatan langsung para pemangku kepentingan memperkuat rasa memiliki di masyarakat.
37 Sekolah Siap Menjadi Zona Bebas Narkoba
BNN Sulsel menegaskan bahwa deklarasi ini bukan hanya seremoni belaka. Ketua Tim Pencegahan BNN Sulsel menyampaikan bahwa 37 sekolah tersebut meliputi jenjang SD, SMP, SMA, dan sederajat. Setiap sekolah akan memiliki kader anti-narkoba yang terlatih. Kader ini bertugas menyebarkan informasi positif dan mengawasi lingkungan sekolah. Selanjutnya, pihak sekolah juga akan mengintegrasikan materi bahaya narkoba ke dalam kurikulum lokal. Dengan demikian, siswa mendapatkan pemahaman sejak dini. Proses pendampingan akan berlangsung selama satu tahun ke depan.
Peran Aktif PT Vale Indonesia
PT Vale Indonesia Tbk. tidak hanya menjadi sponsor, tetapi juga mitra aktif dalam program ini. Perusahaan tambang tersebut menyediakan modul pelatihan, spanduk, serta materi kampanye. Mereka juga memfasilitasi pelatihan bagi para guru dan orang tua murid. Presiden Direktur PT Vale dalam sambutannya menyatakan bahwa pendidikan adalah kunci masa depan. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen mendukung penuh gerakan Sekolah Bersinar. Ia pun berharap program ini menjadi model bagi daerah lain di Sulawesi Selatan. Sebagai bentuk transparansi, PT Vale rutin melaporkan perkembangan program kepada publik.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah
Bupati Luwu Timur, H. M. Thorig Husler, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNN Sulsel dan PT Vale. Ia menyebut deklarasi ini sebagai tonggak sejarah baru bagi daerahnya. Pemerintah daerah langsung menerbitkan surat edaran tentang pengawasan ketat di lingkungan sekolah. Selain itu, mereka juga mengalokasikan anggaran khusus untuk program pencegahan narkoba. Bupati pun menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk melaporkan perkembangan secara berkala. Langkah cepat ini menunjukkan keseriusan Pemkab dalam melindungi generasi muda. Masyarakat pun merasakan dampak positif dari komitmen tersebut.
Antusiasme Warga dan Pelajar
Ratusan siswa mengikuti acara deklarasi dengan penuh semangat. Mereka membawa poster dan spanduk berisi slogan anti-narkoba. Beberapa siswa bahkan tampil membacakan puisi dan menyanyikan lagu-lagu persatuan. Suasana semakin meriah ketika mereka bersama-sama mengucapkan ikrar Sekolah Bersinar. Orang tua murid yang hadir pun merasa lega dan bangga. Salah seorang wali murid mengaku sangat mendukung program ini. Ia berharap anaknya bisa belajar di lingkungan yang sehat dan aman. Semua pihak sepakat bahwa narkoba adalah musuh bersama yang harus dilawan.
Harapan Masa Depan Tanpa Narkoba
BNN Sulsel bersama Pemkab dan PT Vale berencana memperluas program ini hingga ke seluruh kecamatan. Target jangka panjangnya, semua sekolah di Luwu Timur menjadi Sekolah Bersinar. Setelah itu, program serupa akan diduplikasi di daerah lain di Sulawesi Selatan. Kepala BNN Sulsel, Brigjen Pol. M. Nur, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan. Ia mengatakan, “Kita tidak boleh lengah, narkoba selalu mencari celah.” Maka dari itu, edukasi dan pengawasan harus terus dilakukan. Informasi lebih lanjut tentang program ini bisa diakses melalui situs resmi BNN. Semua pihak berharap inisiatif ini membawa perubahan besar bagi generasi penerus bangsa.
Kesimpulan: Deklarasi Bukan Sekadar Seremoni
Deklarasi 37 Sekolah Bersinar di Malili menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor sangat efektif. Pemkab Luwu Timur, PT Vale, dan BNN Sulsel berhasil menyatukan visi dan misi. Mereka tidak hanya berbicara, tetapi langsung bertindak. Dengan adanya kader anti-narkoba di setiap sekolah, pencegahan menjadi lebih terstruktur. Program ini juga mendorong partisipasi aktif dari guru, orang tua, dan masyarakat. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika Malili kini disebut sebagai pelopor Sekolah Bersinar. Semoga langkah ini diikuti oleh daerah-daerah lain di Indonesia. Masa depan bersih narkoba bukan lagi mimpi, melainkan kenyataan yang mulai terwujud.
* Artikel ini ditulis berdasarkan liputan langsung dan wawancara eksklusif dengan pihak terkait. Tidak ada plagiarisme dari media manapun.
Baca Juga:
Masif Narkotika Liquid, BNN Larangan Rokok Elektrik
